Motivasi Hari Rabu

Gambar
Penulis Masfi@ Hari Rabu memiliki sejarah yang panjang dan beragam. Berikut beberapa fakta tentang hari Rabu: - Nama "Rabu" berasal dari bahasa Arab "al-Arba'aa'", yang berarti "hari keempat". - Dalam astrologi, hari Rabu dikaitkan dengan planet Merkurius, yang melambangkan komunikasi dan kecerdasan. - Dalam beberapa budaya, hari Rabu dianggap sebagai hari yang tepat untuk melakukan evaluasi dan perencanaan. - Tidak ada makna khusus hari Rabu dalam agama Islam, namun umat Muslim dapat melakukan amalan kebaikan dan beribadah seperti biasa. Hari Rabu juga memiliki peran penting dalam beberapa tradisi dan budaya, seperti: - Dalam mitologi Nordik, hari Rabu dikaitkan dengan dewa Odin, yang melambangkan kebijaksanaan dan perang. - Dalam beberapa budaya, hari Rabu dianggap sebagai hari yang baik untuk melakukan kegiatan spiritual atau meditasi. Hari Rabu dalam Islam tidak memiliki sejarah atau makna khusus yang terkait dengan hari itu secara spesifik. Is...

Pentingnya Niat Dalam Sebuah Pekerjaan

Penulis masfi@



Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah puji syukur di haturkan pada sang pencipta jagat raya semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aminnn

Assholatu wassalamu ala nabiyina muhammadin saw. Yang telah sabar menghadapi ummatnya, membawa kita dari ke sesatan hingga menuju ridho dan ampun Allah SWT.

Dalam sebuah pekerjaan manusia, tidak luput dengan niat dan tujuan masing-masing contohnya "ada seorang pedagang ditanya oleh salah satu koum ; " yaa akhi apa pekerjaanmu. Pedagang menjawab; " pekerjaanku berdagang" koum ; apa tujuanmu berdagang setiap hari mundar-mandir seperti orang gelisah" ia tersenyum dan menjawab ; " sebelumnya maaf jika membuat kalian tidak nyaman ketika setiap hari saya lewat di sini dengan rasa kekewatiran dalam diri ini" koum bertanya ; "apa yang kau hawatirkan wahai saudaraku" ia menjawab ; "  saya hawatir allah murka terhadapku karna kelalayanku untuk melayani saudara-sudaraku yang setiap hari menunggu daganganku.  Koum ; " apa yang kau jual" ia menjawab; " yang aku jual makanan dan mereka menharap kedatanganku setiap hari. Koum itu menundukan kepala seraya berkata dalam hatinya" begitu mulia orang ini semuga allah meridhoinya...

Dari cerita diatas sudah jelas bahwa si pedagang itu mempunya tujuan dan niat untuk mengharap ridho dan ampunan Allah SWT. Dalam hadits nabi di jelaskan dari.

 أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Arti Hadits / ترجمة الحديث :

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terclassi dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. classiwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits

  1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
  2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
  3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.
  4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan  niatnya.
  5. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
  6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
  7. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.
Allahu A'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivasi Hari Rabu

Motivasi Hari Senin

Motivasi Hari Sabtu